Sajak meruntun kalbu, seindah tangisan subuh...
Palestin Dalam Kalangan
di lorong-lorong itu
engkau bersorak megusung maruah yang lesu mengibarkan harapan ...
layu di jalan-jalan itu
engkau berarak-arak melontarkan azam yang malap menyalakan semangat ...
terpadam
di lorong-lorong itu
engkau akan terus bersorak moga maruah yang lesu nyawa
ditiupkan azam yang malap sinar dititipkan
tetapi...
sudah berdekad-dekad engkau di lorong-lorong itu di jalan-jalan itu ...
mencari maruah yang hilang di hujung,
mungkin...
tetapi...
aku rasa engkau harus pulang ke pangkal
Ia tertinggal...
Abu Hafkari kusairi@mbox5.singnet.com
Kahlil Gibran
"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..."
(Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di hujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..."
(Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan"
(Kahlil Gibran)


0 Comments:
Post a Comment
<< Home